Definisi Sistem Informasi Manajemen

Image result for Sistem informasi manajemen

A.       Sistem 

Ada beberapa pendapat mengenai sistem, seperti yang diutarakan Ludwig, 2007 sistem adalah seperangkat unsur yang saling berhubungan dan saling mempengaruhi dalam satu lingkungan tertentu. Menurut A. Rapoport, 2004 sistem adalah sekumpulan elemen yang saling berhubungan untuk mencapai suatu tujuan. Dan menurut L. Ackof, 2007 sistem adalah setiap kesatuan secara konseptual atau fisik yang terdiri dari bagian-bagian yang saling mempengaruhi.
Ada enam cirri sebuah sistem menurut Wiliam A. Shorde, 2005 yakni, perilaku berdasarkan tujuan tertentu, keseluruhan, keterbukaan, terjadinya transformasi, terjadi korelasi, memiliki mekanisme control artinya terdapat kekuatan yang mempersatukan dan mempertahankan sistem yang bersangkutan.

B.        Informasi 

Pada era informasi sudah menyentuh seluruh kehidupan baik individual, kelompok, maupun perusahaan. Di tingkat individu aneka ragam informasi dibutuhkan seperti kebutuhan akan pendidikan, kesehatan, lapangan pekerjaan jenis produk atau jasa lainnya. Adapun pengertian informasi yakni data yang telah diproses ke dalam suatu bentuk yang mempunyai arti bagi penerima dan memiliki nilai nyata yang dibutuhkan untuk proses pengambilan keputusan saat ini maupun yang akan datang (Gordon B. Davis, 2005).
Sedangkan menurut Budi Sutedjo, Informasi merupakan pemrosesan data yang diperoleh dari setiap elemen sistem tersebut menjadi bentuk yang mudah dipahami dan merupakan pengetahuan yang relevan dan dibutuhkan dalam pemahaman fakta-fakta yang ada. Suatu informasi bisa dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya dan sebagian besar informasi tidak dapat ditaksir keuntungannya dengan satuan nilai uang, tetapi dapat ditaksir nilai efektivitasnya.
Kualitas informasi tergantung pada tiga hal, yakni :
1.      Akurat, berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bisa menyesatkan.
2.      Tepat pada waktunya, berarti informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat.
3.      Relevan, berarti Informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakaiannya.

C.        Manajemen

Manajemen merupakan proses perencanaan pengorganisasian, kepemimpinan dan pengawasan antar anggota organisasi perusahaan dengan menggunakan seluruh sumber sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Proses penggunakan informasi, seorang manajer harus memahami posisi dari hierarki/ tingkatan manajemen dimana dia berada, sebagaimana dikemukan oleh Raymond Me Lead Jr bahwa tingakatan manajerial dari top management, middle management, dan lower management.
Sumber informasi yang dibutuhkan oleh seorang manajer perusahaan yang menduduki posisi top manajer atau manajer tingkat atas maka sumber informasi yang dibutuhkan cenderung lebih banyak dari luar perusahaan karena berkaitan dengan kebijakan stategi perusahaan, semakin rendah tingkatan menajerial maka sumber informasi yang dibutuhkan lebih banyak bersumber dari internal perusahaan berkaitan dengan kebijakan taktik operasional perusahaan.
Sehingga posisi top manajemen semakin banyak di tuntut untuk mencari sumber informasi dari eksternal perusahaan dalam menghadapi persiangan, atau mencari strategi baru dalam rangka inovasi maupun mencari peluang untuk meningkatkan kepabilitas perusahaan, sehingga perusahaan di pimpinnya memiliki daya saing yang tinggi dalam mempertahakankan eksistensi di masa mendatang.

D.       Sistem Informasi Manajemen

Sistem Informasi manajemen secara umum menurut beberapa ahli yaitu :
Gorden B. Davis, sistem informasi manajemen merupakan sebuah sistem manusia dan mesin yang terpadu untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi, manajemen dan proses pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi. Soetedjo Moeljodiharjo, sisyem informasi manajemen yaitu sesuatu metode yang mengahsilkan informasi yang tepat waktu bagi manajemen tentang lingkungan eksternal dan operasi internal sebuah organisasi, dengan tujuan untuk menunjang pengambilan keputusan dalam rangka memperbaiki perencanaan dan pengendalian.
Komarudin, sistem informasi manajemen adalah suatu sistem informasi yang memungkinkan pimpinan organisasi mendapatkan informasi dengan kuantitas dan kualitas yang tepat untuk dipergunakan dalam rangka memperbaiki perencanaan dan pengendalian.
Sistem informasi manajemen dalam perusahaan di harapkan mengarah ke aplikasi yang betul-betul menunjang kegiatan perusahaan pada umumnya. Untuk menerapkan SIM yang terpadu dan memiliki kapabilitas dalam mendukung keberhasilan dunia bisnis yang signifikan, diperlukan keseimbangan sumber daya yang tersedia antara ketersediaan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan dalam mengoperasikan teknologi informasi seperti computer dan ketersediaan dana untuk pengadaan perangkat computer yang sangat canggih.
Penerapan SIM pada sebuah perusahaan dapat terwujud sesuai dengan perkembangan dunia bisnis yang dituntut masyarakat lebih marketable dan sellable. Informasi yang dapat disajikan oleh SIM nantinya akan memberikan kontribusi yang sangat berharga dalam setiap proses pengambilan keputusan perusahaan, seperti Informasi kebutuhan tenaga kerja, informasi pesaing, informasi produk maupun jasa yang dihasilkan dan informasi perkembangan pasar.

E.        Keunggulan teknologi informasi disuatu perusahaan

Dalam dunia usaha keberadaan sistem informasi manajemen sebagai salah satu komponen yang tidak dapat dipisahkan dari aktivitas perusahaan itu sendiri. Tingkat ketergantungan yang cukup tinggi dalam membentuk karakteristik dunia usaha tersebut. Manajemen dalam menggambarkan hubungan kedua aspek perusahaan sebagai penggerak terhadap sistem informasi bisnis, sedangkan sistem informasi perusahaan akan menjadi penentu (enabler) kinerja perusahaan tersebut.
Sebuah perusahaan memiliki komponen yang diperlukan untuk menjalankan operasional usahanya seperti sumber daya manusia, sarana prasarana struktur organisasi, proses, biaya organisasi dan sebagainya. Sedangakan sistem informasi terdiri dari komponen pendukung perusahaan untuk menyediakan informasi yang dibutuhkan pihak pengambilan keputusan saat melakukan operasional perusahaan.
Salah satu fasilitas yang ditawarkan oleh teknologi informasi dalam sebuah perusahaan adalah pembentukan jaringan komunikasi antar perusahaan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas. Fenomena kerjasama antar perusahaan yaitu bekerjasama untuk menghadapi perusahaan yang lebih baik. Ada tiga jenis jaringan yang bisa dibentuk dalam jaringan komunikasi antar perusahaan yaitu, intranet, internet, dan ekstranet.
Kecepatan perkembangan teknologi informasi sangat tinggi sehingga sangat sulit bagi perusahaan menyusun strategi dalam mempertahankan eksistensinya dalam jangka waktu panjang. Ada tiga kunci utama yang mendukung teknologi informasi yang dapat dijadikan asset perusahaan dalam jangka panjang adalah :
1.    Sumber daya manusia
2.    Teknologi
3.    Relasi

F.    Pemakaian SIM pada organisasi publik

Pemakaian teknologi informasi bukan hanya berlaku di dunia perusahaan saja, namun konsep ini juga dapat diterapkan pada organisasi publik, seperti layanan umum yang diberikan kepada organisasi-organisasi publik sebagai organisasi yang memiliki misi dan sistem pengambilan keputusan. Komputerisasi dan otonomi berlangsung dimana-mana seiring dengan pengembangan sistem administrasi di dalam organisasi guna menciptakan tata kerja yang efektif dan efisien.
Pada saat yang sama sistem informasi manajemen yang andal hanya akan dapat dicapai apabila pengembangan simpul sistem informasi manajemen dalam organisasi publik itu dapar dilaksanakan dengan baik. Masalah yang dihadapi oleh organisasi-organisasi publik pada umumnya dalam rangka pengembangan sistem informasi manajemen ialah sistem administrasi dan layanan umum kepada masyarakat dengan nilai efisiensi di dalam  tata kerja organisasi.
Sistem informasi manajemen memiliki 2 pola yakni :
1.      Sistem pendukung keputusan : sistem pendukung keputusan dirancang secara khusus untuk mendukung seseorang yang harus mengambil keputusan tertentu. Berikut ini beberapa karakteristik sistem pendukung keputusan :
a.       Interaktif
Memiliki user interface yang komunikatif sehingga pemakai dapat melakukan akses secara capat ke data dan memperoleh informasi yang dibutuhkan.


b.      Fleksibel
Memiliki sebanyak mungkin variable masukkan. Kemampuan untuk mengolah dan memberikan keluaran yang menyajikan alternatif keputusan kepada pemakai.
c.       Data kualitas
Memiliki kemampuan menerima data kualitas yang dikuantitaskan yang sifatnya subyektif dari pemakainya, sebagai data masukkan untuk pengelolahan data.
d.      Prosedur pakar
Mengandung suatu prosedur yang dirancang berdasarkan rumusan formalatau juga beberapa prosedur kepakaran seseorang atau kelompok dalam menyelesaikan suatu bidang masalah dengan fenomena tertentu.

2.      Sistem manajemen database untuk layanan umum : kebutuhan-kebutuhan akan perencanaan sistem komunikasi data, otoritas pengguna data, arsitektur perangkat keras dan perangkat lunak maupun sumber daya manusia yang menunjang masing-masing pola ini dalam beberapa hak akan berlainan pula.

Manfaat sistem informasi manajemen pada organisasi publik :
1.      Penyimpanan arsip dan dokumentasi/ pancatatan data
2.      Pembuatan dan pengelolaan data statistic
3.      Penyelenggaraan administrasi perkantoran
4.      Pengelolaan data untuk mendukung penyelenggara kegiatan administrasi.
5.      Pertukaran data dan informasi antara pejabat atau instasi, sehingga tidak perlu semua data harus dikembangkan dan dikelola sendiri oleh bagian yang memerlukan tetapi dapat di akses data yang menjadi tanggung jawab fungsi yang bersangkutan.
6.      Berkomunikasi, diskusi dan teleconfrensi secara lebih efisien dengan memanfaatkan email.
7.      Publikasi, seperti surat edaran, undangan, pemberitaan, dan buleting.
8.      Menyusun perencanaan program, kegiatan,dan anggaran.
9.      Melakukan simulasi pelaksanaan suatu rencana operasi atau implementasi kebijakan atau keputusan.
10.  Melakukan evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan.
11.  Membuat analisis, perkiraan ramalan kejadian berdasarkan data dan informasi yang dimasukkan.
12.  Profiling, yaitu menganalisis keterkaitan berbagai fakta, keadaan, kejadian, dan indikasi lain, sehingga dapat dideskripsikan sketsa, profil, pola prilaku tertentu.

 Meski demikian, sistem informasi manajemen juga memilki kelemahan, seperti memberikan dampak bagi lingkungan sosial, pengurangan tenaga kerja, mengakibatkan angka pengangguran semakin meningkat. Fungsi manusia sebagai tenaga kerja banyak tergantikan oleh teknologi yang ada. Sistem informasi manajemen tersebut membuat ketergantungan manusia terhadapa sistem informasi manajemen, sehingga mengesampingkan rasionalitas manusia itu sendiri.
Salah satu contoh penerapan sistem informasi manajemen pada organisasi publik, yaitu pada instasi pemerintahan bidang kesehatan, rumah sakit. Sistem informasi manajemen rumah sakit adalah sebuah sistem komputerisasi yang memproses dan mengintegrasikan seluruh alur proses bisnis layanan kesehatan dalam bentuk jaringan koordinasi, pelaporan dan prosedur administrasi untuk memperoleh informasi secara cepat dan tepat. Sistem informasi rumah sakit umumnya mencakup masalah klinikas (media), pasien dan informasi yang berkaitan dengan kegiatan rumah sakit itu sendiri.
Mendukung pengendalian mutu pelayanan medis, penilaian produktivitas, analisis, pemanfaaatan  dan perkiraan kebutuhan, perencanaan dan evaluasi program, menyederhanaan pelayanan, penilaian klinis, sistem ini berguna untuk menunjang proses fungsi manajemen dan pengambilan keputusan dalam memberikan pelayanan kesehtan di rumah sakit.
Sistem informasi manajemen merupakan prosedur pemprosesan data berdasarkan teknologi informasi yang terintegritas dengan prosedur manual dan prosedur yang lain untuk menghasilkan informasi yang tepat waktu dan efektif untuk mendukung proses pengambilan keputusan manajemen.

G.       Pengambilan keputusan 

Keputusan adalah sebuah hasil dari pemecahan masalah, jawaban dari suatu pernyataan, sebagai hukum situasi, dan merupakan pemilihan dari salah satu alternative dari alternative yang ada, serta pengakhiran dari proses pemikiran tentang masalah atau problema yang di hadapi. Pengambilan keputusan memiliki fungsi sebagai berikut :
1.    Pangkal permulaan dari semua aktivias manusia yang sadar dan terarah
2.    Sesuatu yang bersiifat futuristic, artinya bersangkutan paut dengan hari depan, masa yang akan datang, dimana efek atau pengaruhnya berlangsung cukup lama.

Faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan :
1.      Posisi atau kedudukan
2.      Masalah
3.      Situasi
4.      Kondisi
5.      Tujuan
First