Pengertian kepribadian
Kepribadian dalam
bahasa inggris berasal dari bahasa latin persona.
Pada mulanya kata persona ini
menunjuk pada topeng yang biasa digunakan oleh para pemain sandiwara di zaman romawi
dalam memainkan peran-perannya. Namun kata persona
berubah menjadi satu istilah yang mengacu pada gambaran sosial tertentu
yang diterima oleh individu dari kelompok atau masyarakat, yang mana individu
tersebut dapat diharapkan bisa bertingkah laku berdasarkan gambaran sosial yang
diterimanya.
Tak hanya itu,
kepribadian juga diartikan dengan pola sifat dan karakteristik tertentu, yang
relatif permanen dan memberikan baik konsistensi maupun individualitas pada
prilaku seseorang atau kepribadian merupakan sesuatu yang menonjol pada diri
individu yang menunjuk bagaimana
individu tampil serta menimbulkan kesan bagi lawan individu lainnya.
Ada beberapa pendapat para ahli
psikolog tentang kepribadian antara lain :
a.
George kelly
Kepribadian
adalah cara yang unik dari individu dalam mengartikan pengalaman-pengalaman
hidupnya.
b.
Gordon allport
Kepribadian
adalah sesuatu yang terdapat dalam diri individu yang membimbing dan memberi
arah kepada seluruh tingkah laku individu yang bersangkutan.
Kepribadian memiliki beberapa unsur
antara lain:
a. Penampilan
Penampilan menyangkut raut muka, cara
berdiri, cara berjalan, dan keluar masuk ruang. Penampilan akan memberikan
kesan pertama terhadap orang lain yang memandang atau memperhatikan. Contohnya,
seorang pemimpin akan menjaga seluruh penampilan baik itu raut muka, cara
bicara, hingga cara berjalan. Hal ini bertujuan untuk menunjukkan posisi
dirinya sebagai seorang pemimpin dalam suatu perusahaan.
b. Hubungan
antar pribadi
Hubungan antar pribadi menyangkut sikap
dan prilaku saat berkomunikasi, baik komunikasi langsung maupun tidak langsung.
Contohnya seorang dosen atau guru memberikan penjelasan materi pembelajaran
kepada mahasiswanya.
c. Etika
pergaulan
Tata pergaulan atau aturan-aturan yang
berkaitan dengan norma prilaku disekitarnya, yang membuat disukai atau tidak
disukai oleh lingkungan di sekitar. Contonya seorang marketing menjualkan
produk jualan kepada konsumen.
Teori kepribadian
Teori (perkembangan) kepribadian
berdasarkan pendapat para ahli :
1. Sigmund
freud (psikoanalisis klasik) (1856-1939)
Struktur kepribadian, Kehidupan jiwa
memilki tiga tingkat kesadaran, yakni sadar (conscious), pra sadar
(preconscious), dan tidak sadar/ bawah sadar (unconscious mind). Id, ego,
superego. Id adalah berkaitan dengan prinsip kesenangan, ego berkaitan dengan
prinsip kenyataan, sedangkan superego merupakan penjaga moral atau kata hati.
2. Alfred
Adler (psikologi individual) (1870-1937)
Struktur kepribadian, manusia adalah
makhluk sosial dan makhluk individual. Pokok teori Adler, individual sebagai
pokok persoalan, pandangan teleologis: finalisme semu, dua dorongan pokok,
yaitu dorongan kemasyarakat, dorongan keakuan manusia, gaya hidup adalah
prinsip yang dipakai landasan untuk memahami tingkah laku seseorang. Diri yang
kreatif adalah penggerak utama, pegangan filsafat, sebab pertama bagi semua
tingkah laku.
3. Keren
horney (1885-1952)
Teori kepribadian, dasar kepribadian
terbentuk pada tahun pertama kehidupan anak. Faktor sosial (hubungan antara
orang tua dan anak) sangat mempengaruhi perkembangan kepribadian (bukan
dorongan biologis). Horney menekan faktor budaya dibanding faktor biologis
dalam perkembangan manusia, terutama yang terkait dengan perbedaan gender.
Anak-anak memulai hidupnya dengan basic anxisty, tapi hal itu dapat diatasi dengan
pengasuh yang memandai dari orang tua maupun orang lain.
4. Harry
stack sulivan
Faktor sosial (proses akulturasi)
menentukan perkembangan psikologis. Juga faktor-faktor fisiologis. Pengalaman
terdiri dari :
a. Pengalaman
prototasik
b. Pengalaman
parataksik
c. Pengalaman
sintaksik
Ada tujuh tahapan perkembangan yaitu :
a. Infancy
(masa kelahiran sampai mampu berbicara)
b. Childhood
(masa kanak-kanak)
c. Juvenile
(usia 5-11 tahun)
d. Preadolescence
(masa pradewasa)
e. Early
adolescence (masa dewasa awal)
f. Adulthood
(masa dewasa akhir)
5. Manusia
melarikan diri dari kebebasan, karena manusia tidak dapat dipisahkan dari alam
dan orang lain, semakin bebas manusia ia merasa kesepian, tidak berarti dan
terasing, manusia menemukan rasa aman jika bersatu dan bekerjasama dengan orang
lain.
Ada dua cara untuk memperoleh makna dari
kebersamaan dalam kehidupan, yaitu : mencapai kebebasan positif tanpa
mengorbankan kebebasan dan integritas pribadi dan memperoleh rasa aman dengan
meninggalkan kebebasan. Tiga mekanisme pelarian yang terpenting yaitu :
authoritarianism terdiri dari masochistic dan sadistic, destructiveness, dan
automation conformity. Kebutuhan manusia, yaitu : relatedness (berelasi/
berhubungan), rootedness (berikatan), unity (bersatu), identity (indetitas).
Beberapa konsep yang berkaitan
dengan teori kepribadian
Manusia terkadang mencampur adukkan
teori dengan filsafat, pemikiran, hipotesis, atau taksonomi. Walaupun teori
berkaitan dengan masing masing konsep, teori tidak bisa di samakan dengan
satupun dari konsep tersebut.
a. Filsafat.
Teori berkaitan dengan filsafat, tetapi
dalam pengertian yang lebih sempit. Filsafat artinya kecintaan akan
kebijaksanaan, dan filsuf adalah orang orang yang mencari kebijaksanaan melalui
pemikiran dan peruntungan. Filsafat berhubungan dengan apa yang seharusnya atau
apa yang sebaiknya. Teori berhubungan dengan sekumpulan besar pernyataan
contohnya, jika seorang anak dibesarkan bukan dari orang tua kandungnya,
melainkan dibesarkan oleh seorang nenek, maka anak tersebut akan lebih
mempercayai serta patuh kepada sang nenek dibandingkan orang tuanya kandungnya.
b. Pemikiran
Teori bergantung kepada pemikiran atau
speakulasi, tetapi mereka lebih dari sekedar pemikiran biasa. Mereka bukan
berasal dari pemikiran seseorang pemikir besar yang terlepas dari pemangamatan
empiris atau nyata. Mereka berkaitan erat dengan data yang dikumpulkan secara
empiris dan juga dengan sains. Contohnya, ilmuan, karna mereka selalu
menggunakan metode yang nyata dan teruji jika melakukan penelitian.
c. Hipotesis
Hipotesis adalah perkiraan atau prediksi
ilmiah yang cukup spesifik untuk di uji validitas melalui metode ilmiah. Sebuah
teori masih terlalu umum untuk bisa mengarahkan dirinya menuju sebuah
pembuktian, tetapi satu teori yang komprehensif maupun menghasilkan ribuan
hipotesis. Jadi, hipotesis lebih spesifik dari pada teori. Akan tetapi jangan
mencampur adukkan hipotesis dengan teori.
d. Taksonomi
Teksonomi adalah
klasifikasi dari berbagai hal berdasarkan hubungan kekerabatannya. Taksonomi di
anggap penting untuk perkembangan ilmu pengetahuan, karena tanpa klasifikasi
data maka ilmu pengetahuan tidak akan mampu berkembang. Akan tetapi,
klasifikasi saja tidak akan membuatnya menjadi teori. contohnya, Robert McCrae
dan Paul Costa memulai penelitian mereka dengan mengklasifikasikan manusia ke
dalam lima sifat kepribadian yang menetap; kemudian klasifikiasi ini menjadi
teori serta mampu menghasilkan hipotesis dan menjelaskan hasil penelitian.